Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Hujan yang Pagi

Aku terbangun masih dengan kantuk Dan kau seenaknya hadir dengan puisi yang tiba tanpa mengetuk Mungkin itulah takdir bahwa emosi bisa jadi spontan dan tak perlu permisi Tapi apa kau tahu seperti apa rasanya di awalan hari yang dingin ini? Saat pagi dicuri mendung Dan ...

Continue reading

Saat Aku Ingin Memetik Rembulan

Aku ingin memetik rembulan ’Tuk kekasih yang kesepian Saat ia tak sendirian di peraduan Malam itu kau bilang "lagi suntuk" Betapa aku sungguh ingin mengetuk Pada pintu yang bisa jadi terkutuk Buat tamu yang tengah mengantuk Ingin tidur di atas dada yang tak seksi berbentuk Apakah kau mau ...

Continue reading

Si Dungu Menyimpan Pahit Dalam Rindu

Aku kembali di tepian tebing berbatu Melangkah sebagai Si Dungu Seekor anjing putih berdengung tentang sesuatu Apakah kau tahu Kalau ia yang bodoh itu hanya melangkah lugu   Di hadapannya ia menyaksikan tak ada jurang yang mengancam Tak ada dasar yang menyakitkan dan kelak menghantam tubuhnya penuh ...

Continue reading

Lintah Ditelan Ular

Ketika malam melepas bebas sebuah lintah pada peraduan Rasa haus membuat hewan yang liat itu kehausan Ia menghisap seperti tak ada puas yang bisa ditemukan Ia mengembung semaunya seperti otaknya tak pernah padat Kau bisa teringat bayi yang dengan rakus menghisap asi ibunya tanpa ...

Continue reading

Pada Ia yang Telah Pulang

Di ujung perjalanan Kau akan selalu menemui persimpangan Dan betapa sungguh dirimu menikmati berhadapan dengan tantangan Tapi kali ini lagi-lagi kau mengambil risiko tuk jalan yang tak pernah punya tujuan Kau bilang hanya ingin menemukan rumah usai mengakhiri petualangan Kau pernah pula berkata mungkin menarik ...

Continue reading

One Night Stand (II)

Sore datang Yang hadir kemarin sore sudah hilang Kau seperti menunggu yang baru hendak menjelang Membawa rasa pada abu-abu yang terang Ah, tiba-tiba teringat surya yang akan pulang "Matahari terbenam selalu mengagumkan," kata seseorang Tapi buat kau, itu tetap benda yang sama dan mungkin tak perlu ...

Continue reading

Kala Dewata Tertawa pada Dunia

Keanehan merangkul nyata Aku jadi gila Ini pasti lelucon Dewata Ketika kita hingga bisa berjumpa Tidakkah kau ingin mengulang yang fana? Terjebak pada waktu yang tak punya kerangka Ia bukan punggung yang sanggup menopang rasa Di saat Kala menjulurkan lidahnya pada pintu yang menyimpan ceruk untuk kita ...

Continue reading

Peri Jatuh ke Bumi

Sesosok peri jatuh ke bumi Kau yang manusia terlanjur menatap matanya yang nirwana Lalu, yang surgawi itu menjelma kutukan bagi kau yang bernapas sesak dengan rasa Kini kau terlilit karma Sebab tak bisa kau tinggalkan dunia untuk menculiknya Ia melenguh dan seketika kau terjerat teluh Ia ...

Continue reading

Saat Aku Menamaimu Embun

Tiba-tiba aku ingin menamaimu embun Yang mengingatkanku ada dingin yang menjalar pada ujung kaki di kala pagi datang menghampiri Seperti halnya aku tak pernah menduga kau datang dengan serbuk peri dan cahaya Ketika pandora justru menampilkan celahnya saat sepasang botol terbuka Kau gagal mendapatkan bir ...

Continue reading

Pagi dan Puisi

Mungkin, ada yang tiba tiba menebar benih Kala purnama datang menghampiri Seperti seseorang tahu setiap kita punya perih Tetapi kita memilih untuk mengundang peri peri Lalu, secangkir kopi hitam memantik cerita Kita saling berbagi aroma Bersama asap yang terus mengepul Menyisakan nikotin yang kian terkumpul Untuk menggali nikmat ...

Continue reading