Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Mendung di Kota Malang

Ada yang hilang
Ketika sesuatu pergi dan datang
Bagai sebuah lonceng hendak memberimu pertanda pada denting yang mengingatkanmu tentang emosi yang gemilang
Seperti kau ingin mengutuk hitam yang berbayang
Ia menjelma hantu yang gemar melayang
Pada rasa yang kini mengambang!
Burung yang sejenak lupa cara untuk terbang
Ia menatap kosong dunia dengan penuh tanya pada pengalaman yang baru saja menjelang
Ah, mengapa waktu bisa amat jalang
Karena telah memberi retak pada peluang
Yang pecah sekaligus tersekap pada sebuah ruang
Dan kebebasan menjadi udara yang hanya sanggup kau terawang
Ia tembus pandang
Menampilkan siluet yang tak pula terang
Lantas tibalah siang
Kala mendung di Kota Malang
Membuatmu ingin jadi jahanam sebab tiba-tiba kau cuma ingin pulang
Kau tahu, Sayang, di cuaca begini pelangi tak mungkin datang
Tak ada penghiburan untuk kau yang terlanjur mencuri hal yang semestinya dibiarkan terkekang!
Lalu, ular itu kembali tampak dengan menjulurkan lidahnya yang bercabang
Sambil ia berucap, Kawan, lagi-lagi selamat datang!
Kau cuma dapat mencium aroma bisa ular yang berangsur matang
Dan siap menerjang!

 

15.48

Kota Malang, 4 Desember 2016

Reaksi kamu buat postingan ini?
  • Kagum
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

About Nurdiyansah DalidjoAnak Baru

Traveler, writer, researcher, and beyond. Menikmati ketersesatan pada suatu perjalanan adalah hal yang digemari oleh Nurdiyansah Dalidjo. Pada buku sebelumnya yang berjudul Porn(O) Tour, ia mengkampanyekan isu #TourismEthics dalam bentuk travel writing yang ditulis secara populer.

Follow Me