Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Hujan yang Pagi

Aku terbangun masih dengan kantuk
Dan kau seenaknya hadir dengan puisi yang tiba tanpa mengetuk
Mungkin itulah takdir bahwa emosi bisa jadi spontan dan tak perlu permisi

Tapi apa kau tahu seperti apa rasanya di awalan hari yang dingin ini?
Saat pagi dicuri mendung
Dan tak kutemukan embun yang terlanjur dilahap hujan
Kau bagai ingin memaki gerimis yang tersisa
Begitu pun kau bisa menikmati memeluk udara yang hampa
Lalu pelangi seolah tak pernah hadir di pagi yang begini

I in my solitude
Feeling tired with my stood
For this extraordinary broken mood
How I wish to hug that hood
When the rain seems so rude

Reaksi kamu buat postingan ini?
  • Kagum
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

About Nurdiyansah DalidjoAnak Baru

Traveler, writer, researcher, and beyond. Menikmati ketersesatan pada suatu perjalanan adalah hal yang digemari oleh Nurdiyansah Dalidjo. Pada buku sebelumnya yang berjudul Porn(O) Tour, ia mengkampanyekan isu #TourismEthics dalam bentuk travel writing yang ditulis secara populer.

Follow Me