Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Pagi dan Puisi

Mungkin, ada yang tiba tiba menebar benih
Kala purnama datang menghampiri
Seperti seseorang tahu setiap kita punya perih
Tetapi kita memilih untuk mengundang peri peri

Lalu, secangkir kopi hitam memantik cerita
Kita saling berbagi aroma
Bersama asap yang terus mengepul
Menyisakan nikotin yang kian terkumpul
Untuk menggali nikmat yang kemudian muncul
Dan betapa enaknya tubuh ketika melepas diri jadi tumpul
Mengalirkan segala apa adanya saja

Kau tahu cerita tentang bunga yang hanya mekar saat bulan penuh?
Sebuah pertanda bagi raja jawa yang siap dikukuh
Ah, aku hanya asal bicara mengingat tentang jayakusuma yang patuh
Lupakan saja! Sebab mungkin tak ada guna bicara misteri tanpa mengeluh
Saat yang kita ingin hanyalah hadir utuh

Tetapi aku teringat pagi
Yang menyebalkan karena tak mampu mengingat mimpi
Sementara ada rasa pegal yang menepi
Ketika kusadari celana dalam berkerak karena ada hal yang menolak pergi
Tampaknya seekor peri hinggap menghampiri
Yang hitam, yang pekat, yang mungkin pula membara di saat pagi

Bukankah waktu bisa amat menyebalkan sekaligus mengesankan
Seperti Sang Tuan selalu ingin jadi penentu
Lantas kita justru menikmati Alice yang datang terlambat, namun tetap menakjubkan
Untuk sama sama merenungkan: apa itu “satu”
Hingga tiba yang dua, tiga …. lalu jeda pada setiap waktu

Percayakah kau kita berjalan linear?
Pertanyaan bodoh ya, sebab kau percaya semua singular
Tapi tahukah kau waktu yang hanyalah persepsi?
Saat malam hanya ilusi
Begitu pun pagi
Dan mungkin puisi
Yang sesudahnya mungkin tetap samar
Untuk hanya ingin bisa didengar

28 Agustus 2016
10.03

Reaksi kamu buat postingan ini?
  • Kagum
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

About the AuthorAnak Baru

Traveler, writer, researcher, and beyond. Menikmati ketersesatan pada suatu perjalanan adalah hal yang digemari oleh Nurdiyansah Dalidjo. Pada buku sebelumnya yang berjudul Porn(O) Tour, ia mengkampanyekan isu #TourismEthics dalam bentuk travel writing yang ditulis secara populer.