Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Kala Dewata Tertawa pada Dunia

Keanehan merangkul nyata
Aku jadi gila
Ini pasti lelucon Dewata
Ketika kita hingga bisa berjumpa

Tidakkah kau ingin mengulang yang fana?
Terjebak pada waktu yang tak punya kerangka
Ia bukan punggung yang sanggup menopang rasa
Di saat Kala menjulurkan lidahnya pada pintu yang menyimpan ceruk untuk kita dapat menyatu raga

Ah, Ia menjelma tawa pada ornamen batu belaka
Mencemooh spontanitas yang tanpa rencana
Kau tampak tak ingin sungguh-sungguh menangkap makna
Aku merasa jadi jelata tanpa punya genap pada kata

Seperti hujan datang tanpa aba-aba
Waktu tak menyiapkan warna warni untuk bisa disapa
Bagai kau yang di sana hendak menghapus asmara
Pada jarak, Kala memainkan kutukannya

Lalu, mengapa ada kesan mahal pada hal yang sebetulnya amat sederhana
Aku hanya ingin sekali lagi terperosok pada sebuah pusara
Di mana sepasang pipi gempal itu bisa kurenggut dari semesta
Aku ingin mengecoh Sang Dewata
Untuk menunjukkan betapa keangkuhan terwujud pula dari Pencipta
Saat kuingin sekadar bilang apa yang salah jika manusia menikmati dosa?
Mungkin saja tak ada
Tapi kau terlanjur menggigit yang terlarang akibat kehilangan kuasa

Dan aku kalah untuk bisa tertawa
Sebab kau yang di sana seperti enggan jadi gila
Kau menjaga logika
Bagai hendak merawat luka
Lalu, kita sama-sama saling mencoba berpura-pura
Kalau yang nyata memang hanyalah sebuah fana
Waktu terlampau elok untuk bisa kuhias dengan puisi yang bertanya
Hendak ke mana bocah yang tersesat di antara siklus karma?
Dan kau tak pernah membalas tanya
Sebab, kau seperti mau bilang, Sayang, ini hanya liburan semata

Kala itulah Dewata yang tertawa
Dapat membikin manusia terjebak perkara

Reaksi kamu buat postingan ini?
  • Kagum
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

About the AuthorAnak Baru

Traveler, writer, researcher, and beyond. Menikmati ketersesatan pada suatu perjalanan adalah hal yang digemari oleh Nurdiyansah Dalidjo. Pada buku sebelumnya yang berjudul Porn(O) Tour, ia mengkampanyekan isu #TourismEthics dalam bentuk travel writing yang ditulis secara populer.