Daftar Sekarang

Login

Lost Password

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.

Login

Daftar Sekarang

Gunakan FORM PENDAFTARAN INI! jika anda gagal mendaftarkan diri anda menggunakan tombol Create an account di bawah. Dengan mendaftar di YANA, maka anda telah menyetujui Syarat dan Ketentuan sebagai Anggota dan Penggunaan Sistem yang disediakan.

Dukungan bagi LGBT di Women’s March Jakarta

Tanggal 4 Maret 2017 kemarin menjadi momentum yang cukup penting untuk melihat kesadaran publik dalam pemenuhan kesetaraan gender di Indonesia. Kalau dianggap kita memanfaatkan Women’s March yang terjadi di Amerika Serikat, saya rasa pemilihan momentum ini bukan hanya sekedar itu. Perlakukan kekerasan dan diskriminasi telah lama terjadi terhadap perempuan terlebih terhadap LGBT. Momentum seperti 4 Maret kemarin, perlu dimanfaatkan untuk selalu menyuarakan kegelisahan kita terhadap kekerasan yang terjadi bagi LGBT. Women’s March di Jakarta di poin ketujuh menuntut pemerintah untuk menghapus diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok LGBT.

Ingatan kita di awal tahun 2016 masih sangat segar ketika isu LGBT mencuat dan menjadi perdebatan publik. Tentu saja yang kontra terhadap LGBT lebih banyak kita temukan. Hingga akhirnya banyak teman-teman di sosial media baik yang kita kenal dekat ataupun tidak sama sekali, harus di-unfriend demi menjaga kesehatan mental. Berita-berita penggerebekan pasangan LGBT yang tinggal bersama dan diskusi-diskusi yang memanas di channel televisi demi mendapatkan rating terus memojokkan LGBT. Namun, yang pro terhadap LGBT juga tidak sedikit. Banyak tulisan dukungan terhadap penerimaan LGBT di Indonesia dari berbagai kalangan baik LGBT maupun teman-teman yang mendeklarasikan dirinya heteroseksual. Semua dukungan tersebut tentu memberikan kekuatan terhadap kita. Dukungan lainnya yang muncul adalah di Women’s March Jakarta kemarin.

Saya melihat kemarin, semua orang berdatangan ke Women’s March karena kesadarannya untuk membela apa yang diyakini. Isu perempuan buruh migran, perempuan dan lingkungan, perempuan pekerja rumah tangga, dan masih banyak lainnya termasuk transpuan, Lesbian dan Biseksual perempuan (bagian dari LGBT). Semua bercampur bersuara menggugat pemerintah dan memberikan kesadaran kepada publik. Kesadaran publik ini diberikan dari postingan-postingan selfie ataupun poster-poster kreatif yang dibuat sendiri oleh peserta Women’s March. Hal yang paling menghangatkan ketika kita satu sama lain saling mendukung. LGBT juga bagian dari isu Hak Asasi Manusia yang patut diperjuangkan, karena LGBT juga adalah manusia. Tentu saja dukungan-dukungan ini memberikan amunisi untuk menjadikan kita berani menjadi diri sendiri. Dan yang terutama, tidaklah merasa sendirian memperjuangkan hak kita untuk berekspresi dan tidak mendapatkan diskriminasi.

Meski demikian, perjuangan ini masih panjang. Dukungan dan semangat untuk terbebas dari diskriminasi perlu terus didengungkan. Bukan hanya terhenti ketika Women’s March kemarin, tapi terus-menerus disuarakan dimanapun kita berada. Karena saya yakin, banyak orang yang kontra terhadap LGBT karena memang mereka tidak tahu dan sejak dari kecil diajarkan untuk membenci LGBT. Mereka perlu diinformasikan pengetahuan yang lebih luas mengenai LGBT dan semangat kemanusiaan untuk saling menghargai.(Fai)

Reaksi kamu buat postingan ini?
  • Kagum
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut

About the AuthorMulai Gaul